Sunday, December 28, 2014

Proses Psikologis-Pemprosesan Informasi

Posted by Unknown at 7:42 PM

“Proses Psikologis-Pemprosesan Informasi”
Oleh :
Kelompok Lingkungan Keluarga
Ganda Surya Nugraha Aji J3J112064, Folora Isabella J3J112070, Yusup Munandar
J3J112168, Andari Latief  J3J112257, Afifah Reni F. J3J112272, Ilham Tristiawan J3J212322


PROGRAM KEAHLIAN MANAJEMEN AGRIBISNIS
PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2014
Dosen Praktikum              : Yanti Nuraeni M,SP,M.Agribuss
Hari / tanggal                    : Kamis / 11 Desember 2014
Praktikum                           : ke - 13
Ruang                                   : CA K02


PENDAHULUAN

Latar Belakang
Psikologi kognitif adalah salah satu cabang dari psikologi dengan pendekatan kognitif untuk memahami perilaku manusia. Psikologi kognitif mempelajari tentang cara manusia menerima, mempersepsi, mempelajari, menalar, mengingat dan berpikir tentang suatu informasi. Kognitif dalam psikologi dapat berarti dua, yaitu bisa diartikan sebagai aktivitas mental (persepsi, memori, atensi, dll) dan juga dapat diartikan sebagai sebuah pendekatan psikologi.

Tujuan Penulisan
Berdasarkan latar belakang di atas, tujuan penulisan makalah ini adalah :
-          Untuk mengetahui pemprosesan informasi konsumen terhadap produk yang dianggap ‘Berhasil’ dan produk yang dianggap ‘Gagal’
-          Untuk mengetahui determinan stimulus terhadap suatu produk
Manfaat Penulisan
Berdasarkan tujuan penulisan di atas, manfaat dari adanya penulisan makalah ini adalah agar mahasiswa mampu mengetahui dan mempelajari proses psikologis dan pemprosesan informasi terhadap iklan suatu produk.
PEMBAHASAN

a)       Bagaimana konsep pemprosesan informasi dapat berguna untuk memahami mengapa iklan “berhasil” atau “gagal” ! Berikan 1 (satu) contoh untuk masing-masing iklan yang ‘berhasil’ atau ‘gagal’ menurut anda !. Apa yang membuat iklan tersebut berhasil atau gagal dikaitkan dngan aspek psikologis konsumen pemprosesan informasi

Top of Mind adalah sebuah konsep untuk menyebut sebuah daftar merek yang bernuansa peringkat dalam benak konsumen, mulai dari merek yang paling diingat sampai dengan yang kurang diingat berdasarkan kategori produk. Iklan merupakan media informasi yang dibuat sedemikian rupa agar menarik minat khalayak, serta memiliki karakteristik tertentu dan persuasive sehingga para konsumen atau khalayak secara sukarela terdorong untuk melakukan sesuatu tindakan sesuai dengan yang diinginkan pengiklan. Iklan ditujukan untuk mempengaruhi perasaan, pengetahuan, makna, kepercayaan, sikap, dan citra konsumen yang berkaitan dengan suatu produk atau merek.
Iklan yang baik adalah iklan yang mendapat perhatian ditengah banyaknya iklan dan selalu diingat. Iklan terobosan memiliki daya pikat dan kekuatan berasal dari ide yang menarik-ide besar yang penting dan relevan bagi konsumen. Selain itu, kualitas baik dan buruknya suatu iklan dapat dilihat dari pesan yang disampaikan. Penyampaian pesan ini berhubungan dengan bagaimana menyampaikan pesan yang baik dalam mengkomunikasikan produk atau jasa.
Pesan dalam lingkup ilmu komunikasi merupakan unsur terpenting dari proses komunikasi yang diharapkan dari pesan tersebut adalah adanya efek atau respon balik yang muncul dari khalayak sebagai komunikasi dari pesan tersebut.
Iklan Berhasil    : Iklan Produk minuman buah “Buavita”
                menurut kelompok kami, yang membuat iklan tersebut berhasil adalah pesan yang mau disampaikan oleh produsen melekat di benak konsumen bahwa manfaat minum produk Buavita dapat dirasakan secara langsung , di ajurkan juga minum setiap hari agar konsumen menjadi konsumen fruitarian (orang yang mengkonsumsi buah setiap hari ) dan pesan yang disampaikan bukan hanya melalui secara lisan tetapi juga tulisan yang memperkuat pesan tersebut.  
Iklan Gagal        : Iklan Produk Pencuci Pakaian “Vanish”
                Menurut kelompok kami, yang membuat iklan tersebut gagal adalah dilihat dari cara produsen memperkenalkan nama produk baru yang terdapat kesalahan dalam hal pengucapan merk produk , yang awalnya kelompok acuan menyebutkan vanish yang jika di ucapkan dalam lafal bahasa inggris menjadi “venish” tetapi di perbaruhi dengan iklan baru yang segera di luncurkan produsen dengan perbaikan nama merk produk yaitu  menjadi “vanish”.

b)      Dua orang konsumen dihadapkan pada iklan yang sama. Yang seorang berada dalam pasar untuk produk ini, sementara yang satunya lagi tidak. Bagaimana kedua konsumen tersebut mungkin berbeda dalam pemprosesan iklan ini ?

Seorang konsumen yang berada dalam pasar yaitu konsumen yang mengkonsumsi produk yang diiklankan. Sedangkan seorang konsumen yang  satunya tidak menggunakan produk yang diiklankan. Pada iklan yang ditayangkan akan terdapat perbedaan pemprosesan informasi yang didapatkan dari kedua konsumen tersebut.
Pemprosesan iklan pada seorang konsumen yang berada dalam pasar untuk produk tertentu dapat digambarkan pada diagram tersebut :


 





Konsumen yang berada dalam produk tersebut dalam melihat iklan yang ditampilkan akan lebih fokus kepada persepsi terhadap produk, bukan kepada iklannya. Hal ini dikarenakan konsumen tersebut sudah loyal terhadap produk tersebut. Sehingga dengan persepsi produk yang sudah di memori ingatannya, maka sikap konsumen terhadap merek akan lebih diingat sehingga muncul keinginan untuk membeli kembali produk baru yang diiklankan.

Sedangkan, Pemprosesan iklan pada seorang konsumen yang tidak berada dalam pasar untuk produk tertentu dapat digambarkan pada diagram tersebut :


 





Konsumen yang tidak berada dalam produk tersebut dalam melihat iklan yang ditampilkan akan lebih fokus kepada persepsiiklan, bukan kepada produk atau pesannya. Hal ini dikarenakan konsumen tersebut belum loyal terhadap produk tersebut. Sehingga dengan persepsi produk yang belum di memori ingatannya, maka sikap konsumen terhadap iklan  hanya sebagai informasi tambahan bahwa terdapat produk lainnya selain produk yang ia gunakan. Konsumen yang tidak berada dalam pasar memiliki minat beli yang rendah pada produk yang diiklankan

c)        Perhatikan tayangan iklan audio visual (multi media) berikut. Menurut anda determinan stimulus apa sajakah yang menjadi focus perhatian dalam proses pemaparan informasi produk tersebut ? Jelaskan !
Seorang konsumen melihat suatu iklan di televisi. Iklan tersebut berisi tentang pewangi pakaian. Dalam iklan tersebut ada suatu yang berbeda dengan produk pewangi pakaian yang lain. Dengan menggunakan pewangi pakaian ini, kita tidak perlu membilas pakaian sampai 3 kali. Cukup satu kali bilas. Meski hanya dengan satu kali bilas, busa-busa tidak menempel dan wanginya tahan lebih lama. Iklan dalam televisi tersebut merupakan pemaparan, didalamnya konsumen merasakan adanya sesuatu yang berbeda, adanya stimulus dari apa yang konsumen lihat dan dengar. Saat melihat iklan tersebut, konsumen ini tidak mengganti ke channel lain, dia menonton iklan pewangi pakaian ini hingga iklan selesai.
Dalam keadaan ini, terdapat tahap pengolahan informasi yang kedua, yaitu perhatian. Setelah iklan selesai, maka konsumen akan masuk dalam tahap pemahaman, disini konsumen akan merasa mengerti dengan apa yang baru saja diklankan. Dia akan mempunyai suatu pemahaman terhadap produk tadi, bahwa bila menggunakan pewangi pakaian ini, maka ia dapat menghemat air dan tenaga. Air yang terbuang tidak terlalu banyak dan kita tidak perlu capek-capek membilas pakaian hingga tiga kali. Nah, saat ia setuju atau merasa tertarik maka disinilah tahap penerimaan. Produk baru yang berkualitas didukung dengan merk terkenal membuat konsumen menerima produk tersebut. Kemudian konsumen ini akan mencoba memakai produk tersebut, dan saat dia puas akan hasil dari produk tersebut, maka ia tidak akan beralih ke produk lain. Dan proses inilah proses terakhir dalam pengolahan informasi, retensi.

Stimulus :
- Produk
- Merek
- Kemasan
- Iklan
- Nama produsen





PENUTUP

Kesimpulan
                Berdasarkan pembahasan diatas dapat kelompok kami simpulkan, iklan yang ditayangkan oleh produsen dengan tujuan untuk menginformasikan produk yang ditawarkannya akan mendapatkan timbal balik dari konsumen yang memproses informasi tersebut. Iklan yang berisi informasi dapat berhasil diterima oleh konsumen, namun terdapat beberapa iklan yang sulit untuk diterima oleh konsumen.
               
Saran
                Saran yang dapat kelompok kami berikan untuk produsen yang akan mengeluarkan iklan dari produknya, sebaiknya menayangkan iklan dengan informasi yang efektif sehingga dapat diterima oleh konsumen. Jika suatu iklan berhasil, maka dampak positifnya akan tepat pada sasaran atau target pasar dan meningkatkan penjualan produk.
DAFTAR PUSTAKA
[Anonim]. http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_kognitif (Diakses pada tanggal 11 Desember 2014 09:10)


0 comments on "Proses Psikologis-Pemprosesan Informasi"

Post a Comment

Sunday, December 28, 2014

Proses Psikologis-Pemprosesan Informasi


“Proses Psikologis-Pemprosesan Informasi”
Oleh :
Kelompok Lingkungan Keluarga
Ganda Surya Nugraha Aji J3J112064, Folora Isabella J3J112070, Yusup Munandar
J3J112168, Andari Latief  J3J112257, Afifah Reni F. J3J112272, Ilham Tristiawan J3J212322


PROGRAM KEAHLIAN MANAJEMEN AGRIBISNIS
PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2014
Dosen Praktikum              : Yanti Nuraeni M,SP,M.Agribuss
Hari / tanggal                    : Kamis / 11 Desember 2014
Praktikum                           : ke - 13
Ruang                                   : CA K02


PENDAHULUAN

Latar Belakang
Psikologi kognitif adalah salah satu cabang dari psikologi dengan pendekatan kognitif untuk memahami perilaku manusia. Psikologi kognitif mempelajari tentang cara manusia menerima, mempersepsi, mempelajari, menalar, mengingat dan berpikir tentang suatu informasi. Kognitif dalam psikologi dapat berarti dua, yaitu bisa diartikan sebagai aktivitas mental (persepsi, memori, atensi, dll) dan juga dapat diartikan sebagai sebuah pendekatan psikologi.

Tujuan Penulisan
Berdasarkan latar belakang di atas, tujuan penulisan makalah ini adalah :
-          Untuk mengetahui pemprosesan informasi konsumen terhadap produk yang dianggap ‘Berhasil’ dan produk yang dianggap ‘Gagal’
-          Untuk mengetahui determinan stimulus terhadap suatu produk
Manfaat Penulisan
Berdasarkan tujuan penulisan di atas, manfaat dari adanya penulisan makalah ini adalah agar mahasiswa mampu mengetahui dan mempelajari proses psikologis dan pemprosesan informasi terhadap iklan suatu produk.
PEMBAHASAN

a)       Bagaimana konsep pemprosesan informasi dapat berguna untuk memahami mengapa iklan “berhasil” atau “gagal” ! Berikan 1 (satu) contoh untuk masing-masing iklan yang ‘berhasil’ atau ‘gagal’ menurut anda !. Apa yang membuat iklan tersebut berhasil atau gagal dikaitkan dngan aspek psikologis konsumen pemprosesan informasi

Top of Mind adalah sebuah konsep untuk menyebut sebuah daftar merek yang bernuansa peringkat dalam benak konsumen, mulai dari merek yang paling diingat sampai dengan yang kurang diingat berdasarkan kategori produk. Iklan merupakan media informasi yang dibuat sedemikian rupa agar menarik minat khalayak, serta memiliki karakteristik tertentu dan persuasive sehingga para konsumen atau khalayak secara sukarela terdorong untuk melakukan sesuatu tindakan sesuai dengan yang diinginkan pengiklan. Iklan ditujukan untuk mempengaruhi perasaan, pengetahuan, makna, kepercayaan, sikap, dan citra konsumen yang berkaitan dengan suatu produk atau merek.
Iklan yang baik adalah iklan yang mendapat perhatian ditengah banyaknya iklan dan selalu diingat. Iklan terobosan memiliki daya pikat dan kekuatan berasal dari ide yang menarik-ide besar yang penting dan relevan bagi konsumen. Selain itu, kualitas baik dan buruknya suatu iklan dapat dilihat dari pesan yang disampaikan. Penyampaian pesan ini berhubungan dengan bagaimana menyampaikan pesan yang baik dalam mengkomunikasikan produk atau jasa.
Pesan dalam lingkup ilmu komunikasi merupakan unsur terpenting dari proses komunikasi yang diharapkan dari pesan tersebut adalah adanya efek atau respon balik yang muncul dari khalayak sebagai komunikasi dari pesan tersebut.
Iklan Berhasil    : Iklan Produk minuman buah “Buavita”
                menurut kelompok kami, yang membuat iklan tersebut berhasil adalah pesan yang mau disampaikan oleh produsen melekat di benak konsumen bahwa manfaat minum produk Buavita dapat dirasakan secara langsung , di ajurkan juga minum setiap hari agar konsumen menjadi konsumen fruitarian (orang yang mengkonsumsi buah setiap hari ) dan pesan yang disampaikan bukan hanya melalui secara lisan tetapi juga tulisan yang memperkuat pesan tersebut.  
Iklan Gagal        : Iklan Produk Pencuci Pakaian “Vanish”
                Menurut kelompok kami, yang membuat iklan tersebut gagal adalah dilihat dari cara produsen memperkenalkan nama produk baru yang terdapat kesalahan dalam hal pengucapan merk produk , yang awalnya kelompok acuan menyebutkan vanish yang jika di ucapkan dalam lafal bahasa inggris menjadi “venish” tetapi di perbaruhi dengan iklan baru yang segera di luncurkan produsen dengan perbaikan nama merk produk yaitu  menjadi “vanish”.

b)      Dua orang konsumen dihadapkan pada iklan yang sama. Yang seorang berada dalam pasar untuk produk ini, sementara yang satunya lagi tidak. Bagaimana kedua konsumen tersebut mungkin berbeda dalam pemprosesan iklan ini ?

Seorang konsumen yang berada dalam pasar yaitu konsumen yang mengkonsumsi produk yang diiklankan. Sedangkan seorang konsumen yang  satunya tidak menggunakan produk yang diiklankan. Pada iklan yang ditayangkan akan terdapat perbedaan pemprosesan informasi yang didapatkan dari kedua konsumen tersebut.
Pemprosesan iklan pada seorang konsumen yang berada dalam pasar untuk produk tertentu dapat digambarkan pada diagram tersebut :


 





Konsumen yang berada dalam produk tersebut dalam melihat iklan yang ditampilkan akan lebih fokus kepada persepsi terhadap produk, bukan kepada iklannya. Hal ini dikarenakan konsumen tersebut sudah loyal terhadap produk tersebut. Sehingga dengan persepsi produk yang sudah di memori ingatannya, maka sikap konsumen terhadap merek akan lebih diingat sehingga muncul keinginan untuk membeli kembali produk baru yang diiklankan.

Sedangkan, Pemprosesan iklan pada seorang konsumen yang tidak berada dalam pasar untuk produk tertentu dapat digambarkan pada diagram tersebut :


 





Konsumen yang tidak berada dalam produk tersebut dalam melihat iklan yang ditampilkan akan lebih fokus kepada persepsiiklan, bukan kepada produk atau pesannya. Hal ini dikarenakan konsumen tersebut belum loyal terhadap produk tersebut. Sehingga dengan persepsi produk yang belum di memori ingatannya, maka sikap konsumen terhadap iklan  hanya sebagai informasi tambahan bahwa terdapat produk lainnya selain produk yang ia gunakan. Konsumen yang tidak berada dalam pasar memiliki minat beli yang rendah pada produk yang diiklankan

c)        Perhatikan tayangan iklan audio visual (multi media) berikut. Menurut anda determinan stimulus apa sajakah yang menjadi focus perhatian dalam proses pemaparan informasi produk tersebut ? Jelaskan !
Seorang konsumen melihat suatu iklan di televisi. Iklan tersebut berisi tentang pewangi pakaian. Dalam iklan tersebut ada suatu yang berbeda dengan produk pewangi pakaian yang lain. Dengan menggunakan pewangi pakaian ini, kita tidak perlu membilas pakaian sampai 3 kali. Cukup satu kali bilas. Meski hanya dengan satu kali bilas, busa-busa tidak menempel dan wanginya tahan lebih lama. Iklan dalam televisi tersebut merupakan pemaparan, didalamnya konsumen merasakan adanya sesuatu yang berbeda, adanya stimulus dari apa yang konsumen lihat dan dengar. Saat melihat iklan tersebut, konsumen ini tidak mengganti ke channel lain, dia menonton iklan pewangi pakaian ini hingga iklan selesai.
Dalam keadaan ini, terdapat tahap pengolahan informasi yang kedua, yaitu perhatian. Setelah iklan selesai, maka konsumen akan masuk dalam tahap pemahaman, disini konsumen akan merasa mengerti dengan apa yang baru saja diklankan. Dia akan mempunyai suatu pemahaman terhadap produk tadi, bahwa bila menggunakan pewangi pakaian ini, maka ia dapat menghemat air dan tenaga. Air yang terbuang tidak terlalu banyak dan kita tidak perlu capek-capek membilas pakaian hingga tiga kali. Nah, saat ia setuju atau merasa tertarik maka disinilah tahap penerimaan. Produk baru yang berkualitas didukung dengan merk terkenal membuat konsumen menerima produk tersebut. Kemudian konsumen ini akan mencoba memakai produk tersebut, dan saat dia puas akan hasil dari produk tersebut, maka ia tidak akan beralih ke produk lain. Dan proses inilah proses terakhir dalam pengolahan informasi, retensi.

Stimulus :
- Produk
- Merek
- Kemasan
- Iklan
- Nama produsen





PENUTUP

Kesimpulan
                Berdasarkan pembahasan diatas dapat kelompok kami simpulkan, iklan yang ditayangkan oleh produsen dengan tujuan untuk menginformasikan produk yang ditawarkannya akan mendapatkan timbal balik dari konsumen yang memproses informasi tersebut. Iklan yang berisi informasi dapat berhasil diterima oleh konsumen, namun terdapat beberapa iklan yang sulit untuk diterima oleh konsumen.
               
Saran
                Saran yang dapat kelompok kami berikan untuk produsen yang akan mengeluarkan iklan dari produknya, sebaiknya menayangkan iklan dengan informasi yang efektif sehingga dapat diterima oleh konsumen. Jika suatu iklan berhasil, maka dampak positifnya akan tepat pada sasaran atau target pasar dan meningkatkan penjualan produk.
DAFTAR PUSTAKA
[Anonim]. http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_kognitif (Diakses pada tanggal 11 Desember 2014 09:10)


No comments:

Post a Comment

 

♪my kawaii (◕‿◕✿) Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez